Minggu, 23 Desember 2012

Pengaruh puasa sunnah terhadap pembentukan karakter








PENGARUH PUASA SUNNAH TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PADA PENGIKUT TARIKAT



Disusun Oleh

Amin Shodik                         8105112300
Muhamad Sidik Suryadi     8105112303

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI KOPERASI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2012
 



ABSTRAK

            Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh puasa sunah terhadap pembentukan karakter pada pengikut tarikat yang akhir akhir ini sering dibahas dalam setiap kajian , seperti yang diketahui bahwa puasa memiliki banyak keutamaan diantaranya adalah dapat menjernihkan hati sehingga seseorang akan terbentuk kepekaannya terhadap alam sekitar selain itu puasa juga berpengaruh pada pembentukan karakter pada diri seseorang . yang dibahas disini adalah hubungannya dengan pengikut tarikat yang artinya seorang yang sedang berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT .
KATA KUNCI : Puasa Sunnah , pembentukan karakter dan pengikut tarikat .












PENDAHULUAN

Latar Belakang
Islam merupakan agama rahmatalil’alaminyang mengatur segala aktivitas manusia secara keseluruhan mulai dari urusan di kamar kecil sampai urusan pemerintahan, hubungan dengan Tuhan dan hubungan terhadap manusia, semuanya telah terangkum dalam bingkai yang dinamakan islam. Islam mempunyai beberapa rukun yang harus dilaksanakan oleh setiap pengikutnya diantaranya ialah syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji bagi yang mampu. Jika seseorang mengamalkan rukun-rukun tersebut dengan baik dan benar maka hal tersebut akan berdampak pada segala aspek dalam diri manusia terutama dalam  pembentukan karakter. Karena karakter sendiri merupakan suatu sumber dominan  dari segala perbuatan yang dilakukan manusia, jadi baik buruknya tingkah laku seseorang akan mencerminkan karakter seseorang itu sendiri.  Salah satu rukun yang dibahas disini  adalah puasa. Bagi kebanyakan orang puasa merupakan ibadah yang cukup berat dalam melaksanakannya, karena dalam ibadah puasa seseorang dituntut untuk mengendalikan segala keinginan hawa nafsunya selain itu seseorang juga dituntut agar jujur terhadap dirinya sendiri. Orang lain tidak akan tahu apakah seseorang benar-benar sedang berpuasa atau tidak, karena yang tahu hanya dirinya sendiri dengan Allah SWT. Puasa disini dibagi menjadi puasa wajib dan puasa sunnah, jika puasa wajib dalam pelaksanaannya mungkin sedikit ringan dikarenakan dalam pelaksanaannya  kita melakukan puasa secara bersama-sama, jika kita tidak melaksanakan puasa maka akan diancam dengan siksa karena hukumnya yang wajib,  berbeda dengan puasa sunnah yang menekankan pada kesadaran pribadi untuk melakukannya. Oleh karena itu jika seseorang  melakukan puasa sunnah (tanpa meninggalkan puasa wajib), maka akan diberi pahala yang besar dan dirinya senantiasa selalu dekat dengan Allah SWT.
Dalam  islam terdapat beberapa jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, salah satunya adalah dengan Tarikat. Pengertian tarikat itu sendiri  adalah “jalan”. Jalan yang dimaksud disini adalah jalan untuk menjadi orang bertaqwa, menjadi orang yang diridhai Allah SWT yang biasanya dilakukan dengan melakukan dzikir atau wirid tertentu. Pengikut suatu tarikat biasanya akan diberikan wirid-wirid khusus oleh gurunya untuk diamalkan dengan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain dzikir dan wirid, seorang pengikut tarikat umumnya akan melakukan amalan puasa sunnah sebagai pelengkap untuk taqarub ilallah. Sebagai seorang pengikut tarikat yang baik, seseorang dituntut untuk mempunyai kepribadian atau karakter yang baik sehingga dalam hubungannya  kepada Allah SWT dan sesama manusia akan menjadi harmonis. Untuk membentuk karakter yang baik tersebut perlu adanya pelaksanaan puasa sunnah sebagai stimulus agar pengikut tarikat bisa mencapai maqam yang mulia.

Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas maka penulis merumuskan pada:  “Bagaimana Pengaruh Puasa Sunnah Terhadap Pembentukan Karakter Pada Pengikut Tarikat”?. 

Tujuan
1.      Menjelaskan bagaimana pengaruh puasa sunnah terhadap pembentukan karakter pada pengikut tarikat.
2.      Menjelaskan bagaimana pengaruh karakter terhadap hubungan kepada Allah SWT dan terhadap sesama manusia.
3.      Membantu orang tua dan guru dalam membentuk karakter yang baik bagi para pelajar.




TINJAUAN PUSTAKA
Hakikat Puasa Sunnah
Arti puasa menurut bahasa adalah menahan. Sedangkan menurut istilah adalah suatu bentuk aktivitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.
Pengertian sunnah menurut ahli hadits adalah segala peninggalan nabi Muhammad SAW baik berupa perkataaan, perbuatan,keputusan maupun sifat. Sedangkan menurut ahli ushul fiqih mengartikannya sebagai seglala sesuatu yang berasal dari nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, maupun keputusan yang dijadikan dalil suatu hukum syar’i. Jadi para ulama ushul fiqh tidak menganggap sifat nabi itu sunnah dan mensyaratkan sunnah ialah sesuatu yang bisa dijadikan dalil hukum syar’i bukan yang lain. sementara itu ulama fiqh berpendapat bahwa sunnah adalah segala perbuatan yang apabila dilakukan mendapatkan pahala sedangkan jika ditinggalkan tidak berdosa.
Sedangkan pengertian puasa sunnah sendiri adalah puasa yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti puasa senin kamis, arafah, asyura, ayamulbid, syawal dan rajab.

Hakikat Karakter
Secara harfiah karakter artinya kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nama atau reputasi (Hornby dan Parnwell,  1972:49). Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia, karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari orang yang lain, tabiat, watak. Berkarakter artinya mempunyai watak, kemampuan kepribadian (kamisa, 1997:21).[1] Doni Koesoema A memahami bahwa karakter sama dengan kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai ”ciri, atau karakteristik, atau gaya, atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan, misalnya lingkungan keluarga pada masa kecil dan juga bawaan seseorang sejak lahir.”
Sementara Winnie memahami bahwa istilah karakter diambil dari bahasa Yunani yang berarti ‘to mark’ (menandai). Istilah ini lebih fokus pada tindakan atau tingkah laku. Ada dua pengertian tentang karakter. Pertama, ia menunjukkan bagaimana seseorang bertingkah laku. Apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus, tentulah orang tersebut memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya, apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannya dengan ‘personality’. Seseorang baru bisa disebut ‘orang yang berkarakter’ (a person of character) apabila tingkah lakunya sesuai kaidah moral. Sedangkan Imam Ghozali menganggap bahwa karakter lebih dekat dengan akhlaq, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau melakukan perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu dipikirkan lagi.[2]
Dengan demikian kita dapat memahami bahwa karakter adalah sifat atau manusia yang membedakan antara yang satu dengan yang lain. Karakter-karakter seperti berani, disiplin, ramah tamah, sopan santun merupakan contoh dari karakter bangsa Indonesia. Berbeda dengan kondisi pelajar saat ini mereka cenderung anarkis, malas, pragmatis, konsumtif, senang berkelahi atau tawuran dan lain sebagainya.

Hakikat Tarikat
a.    Pengertian Tarekat

Kata Tarekat di ambil dari
bahasa arab, yaitu dari kata benda thoriqoh yang secara etimologis berarti jalan, metode atau tata cara. Adapun tarekat dalam terminologis (pengertian) ulama sufi; yang dalam hal ini akan saya ambil definisi tarekat menurut Syekh Muhammad Amin al-Kurdi al-Irbili al-Syafi al-Naqsyabandi, dalam kitab Tanwir al- Qulub-nya adalah;
Tarekat adalah beramal dengan syariat dengan mengambil/memilih yang azimah (berat) daripada yang rukhshoh (ringan); menjauhkan diri dari mengambil pendapat yang mudah pada amal ibadah yang tidak sebaiknya dipermudah; menjauhkan diri dari semua larangan syariat lahir dan batin; melaksanakan semua perintah Allah SWT semampunya; meninggalkan semua larangan-Nya baik yang haram, makruh atau mubah yang sia-sia; melaksanakan semua ibadah fardlu dan sunah; yang semuamnya ini di bawah arahan, naungan dan bimbingan seorang guru/syekh/mursyid yang arif yang telah mencapai maqamnya (layak menjadi seorang Syekh/Mursyid).”
Dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa tarekat adalah beramal dengan syariat Islam secara azimah (memilih yang berat walau ada yang ringan, seperti rokok ada yang berpendapat haram dan makruh, maka lebih memilih yang haram) dengan mengerjakan semua perintah baik yang wajib atau sunah; meninggalkan larangan baik yang haram atau makruh bahkan menjauhi hal-hal yang mubah (boleh secara syariat) yang sia-sia (tidak bernilai manfaat; minimal manfaat duniawiah) yang semuanya ini dengan bimbingan dari seorang mursyid/guru guna menunjukan jalan yang aman dan selamat untuk menuju Allah (ma’rifatullah) maka posisi guru di sini adalah seperti seorang guide yang hafal jalan dan pernah melalui jalan itu sehingga jika kita dibimbingnya akan dipastikan kita tidak akan tersesat jalan dan sebaliknya jika kita berjalan sendiri dalam sebuah tujuan yang belum diketahui, maka kemungkinan besar kita akan tersesat apalagi jika kita tidak membawa peta petunjuk. Namun mursyid dalam tarekat tidak hanya membimbing secara lahiriah saja, tapi juga secara batiniah bahkan juga berfungsi sebagai mediasi antara seorang murid/salik dengan Rasulullah SAW dan Allah SWT.
Dengan bahasa yang lebih mudah, tarekat adalah sebuah kendaraan baik berupa bis, kapal laut atau pesawat terbang yang disopiri oleh seseorang yang telah punya izin mengemudi dan berpengalaman untuk membawa kendaraannya dengan beberapa penumpang di dalamnya untuk mencapai tujuan.
Tasawuf dapat dipraktekkan dalam setiap keadaaan di mana manusia menemukan dirinya, dalam kehidupan tradisional maupun modern. Tarekat adalah salah satu wujud nyata dari tasawuf. Ia lebih bercorak tuntunan hidup praktis sehari-hari daripada corak konseptual yang filosofis. Jika salah satu tujuan tasawuf adalah al-Wushul ila Allah SWT (sampai kepada Allah) dalam arti ma’rifat, maka tarekat adalah metode, cara atau jalan yang perlu ditempuh untuk mencapai tujuan tasawuf tersebut.
Tarekat berarti jalan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara menyucikan diri, atau perjalanan yana ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Tuhan. Orang yang bertarekat harus dibimbing oleh guru yang disebut mursyid (pembimbing) atau Syaikh. Syaikh atau mursyid inilah yang bertanggung jawab terhadap murid-muridnya dalam kehidupan lahiriah serta rohaniah dan pergaulan sehari-hari. Bahkan ia menjadi perantara (washilah) antara murid dan Tuhan dalam beribadah.
Karena itu, seorang Syaikh haruslah sempurna dalam ilmu syariat dan hakekat. Di samping itu, untuk (dapat) wenjadi guru, ustadz atau Syaikh diperlukan syarat- syarat tertentu yang mencerminkan sikap orang tua yang berpribadi akhlak karimah dan budi pekerti yang luhur.
Ada 2 macam tarekat yaitu tarekat wajib dan tarekat sunat.

Tarekat wajib, yaitu amalan-amalan wajib, baik fardhu ain dan fardhu kifayah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. tarekat wajib yang utama adalah mengamalkan rukun Islam. Amalan-amalan wajib ini insya Allah akan membuat pengamalnya menjadi orang bertaqwa yang dipelihara oleh Allah. Paket tarekat wajib ini sudah ditentukan oleh Allah s.w.t melalui Al-Quran dan Al-Hadis. Contoh amalan wajib yang utama adalah shalat, puasa, zakat, haji. Amalan wajib lain antara lain adalah menutup aurat , makan makanan halal dan lain sebagainya.
Tarekat sunat, yaitu kumpulan amalan-amalan sunat dan mubah yang diarahkan sesuai dengan 5 syarat ibadah untuk membuat pengamalnya menjadi orang bertaqwa. Tentu saja orang yang hendak mengamalkan tarekat sunnah hendaklah sudah mengamalkan tarekat wajib. Jadi tarekat sunnah ini adalah tambahan amalan-amalan di atas tarekat wajib. Paket tarekat sunat ini disusun oleh seorang guru mursyid untuk diamalkan oleh murid-murid dan pengikutnya. Isi dari paket tarekat sunat ini tidak tetap, tergantung keadaan zaman tarekat tersebut dan juga keadaan sang murid atau pengikut. Hal-hal yang dapat menjadi isi tarekat sunat ada ribuan jumlahnya, seperti shalat sunat, membaca Al Qur’an, puasa sunat, wirid, zikir dan lain sebagainya.












PEMBAHASAN
Keutamaan puasa
Puasa adalah menurut syariat dalam agama kita ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan lain-lain) dan dimulai semenjak mulai terbitnya fajar di pagi hari sampai dengan terbenamnya matahari, disertai niat ibadah ikhlas hanya kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dengan baik dalam rangka meningkatkan takwa kepada Allah Ta'ala. Itulah sedikit pengertian puasa yang bisa saya simpulkan.
Allah telah mensyariatkan kewajiban puasa Ramadhan ini bagi setiap pemeluk Agama Allah yaitu Agama Islam ini. Dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang tentunya di bulan Ramadhan akan seringkali diulang-ulang dalam kajian, dalam kuliah subuh, kultum tarawih tentunya para ustadz, kyai akan sering melafalkan ayat 183 Surat Al-Baqarah ini yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".
 Sebuah kewajiban bagi kita semua untuk melaksanakannya. Bila tidak ada halangan dan tidak mengerjakan puasa Ramadhan bagi baginya adalah dosa.

Banyak hikmah keutamaan puasa serta juga manfaat puasa bagi kesehatan yang dapat kita peroleh di Bulan Ramadhan ini. Diantara keutamaan hikmah puasa ramadhan yang telah disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
  • "Semua amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, karena dia itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai." (HR. Bukhari (1904) dan Muslim (1151).
  • "Barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka akan diampuni seluruh dosanya yang telah berlalu." (HR. Bukhari (1900) dan Muslim (760).
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan :
  1. Dengan kita menjalankan puasa dan khusunya puasa ramadhan ini akan mengistirahatkan organ pencernaan dan perut dari kelelahan kerja yang terus menerus dalam sehari-hari tanpa istirahat, mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan.
  2. Dengan kita menjalankan puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi (kolesterol jahat), kegemukan dan juga penyakit hipertensi.
  3. Dengan kita berpuasa maka hal tersebut akan trut membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Dengan puasa, berarti kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga hal ini akan menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
  4. Dengan berpuasa juga akan mendorong peremajaan dan juga pergantian sel-sel tubuh yang rusak dengan yang baru. Sehingga sel-sel tubuh akan mengalami proses peremajaan yang lebih cepat daripada biasanya.
  5. Dalam keadaan kita berpuasa ternyata hal tersebut juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Dengan kenaikan yang cukup signifikan hal ini akan berpengaruh terhadap peningkatan kekebalan tubuh kita.
  6. Tatkala kita sedang menjalankan ibadah puasa, maka keadaan psikologi kita akan lebih tenang daripada keadaan tidak sedang berpuasa. Keadaan jiwa yang tenang, tidak dipenuhi amarah maka hal tersebut akan dapat menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh kita. Seperti kita ketahui bahwasannya Rasulullah juga melarang kita untuk marah, ternyata dalam kondisi marah akan terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah denyut jantung. Adrenalin juga dapat menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, penyakit jantung dan otak seperti stroke,dan juga penyakit jantung koroner, dan lainnya

Pengaruh Puasa sunnah terhadap pembentukan karakter pada pengikut tarikat

            Dari hal-hal yang telah disebutkan di atas banyak pengaruh puasa terhadap kesehatan manusia baik dari segi jasmaniyah dan dari segi ruhaniyah, salah satu dampak puasa yang dibahas disini adalah hubunganya dengan hati, seperti yang telah dilantunkan oleh “Opick” bahwa salah satu obat hati adalah dengan melakukan ritual puasa. Karena dalam berpuasa seseorang dituntut untuk sabar dalam melakukan segala hal dan mengendalikan hawa nafsu .
            Puasa adalah suatu proses perjuangan untuk memperoleh “diri” yang baru. “kemakhlukan” yang baru. “Diri spiritual” kita tetap sama, karena ia bersifat baqa’ atau permanen. Tetapi “diri kemanusiaan” kita menjadi baru. Pada akhirnya titik sublim yang dihasilkan oleh proses laku puasa. Situasi sublime itu memiliki kemungkinan untuk berlaku pada level personal-psikologis maupun sosial-empiris. Dengan demikian gambaran situasi sublime kehidupan seseorang mempersyaratkan dipenuhinya kebersihan spiritual, kejernihan dan kejujuran intelektual, kesehatan mental dan kelayakan moral. Tingkat dan pencapaian empat dimensi itu menentukan seberapa rekat seseorang berada dalam persenyawaan dengan ruhani dan moral Qurani yang pada akhirnya tercermin dalam perilaku sosialnya.  
            Oleh karena itu puasa sangat berpengaruh pada pembentukan karakter pada diri manusia yang menjadi sumber segala tingkah lakunya . Sehubungan dengan pengikut tarikat yang cenderung selalu ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan kondisi hati yang jernih maka seorang pengikut tarikat tersebut melakukan puasa sunnah .


KESIMPULAN

            Puasa sunnah yang merupakan amalan yang sangat jarang dilakukan oleh orang pada umumnya memiliki manfaat yang banyak . Salah satu manfaatnya adalah pembentukan karakter bagi seorang yang mengamalkannya. Puasa yang dilakukan dengan benar dan intensif dalam dimensi badaniah, spiritual, intelektual, dan mental menghasilkan kemenangan-kemenangan kepribadian.
Melalui pendadaran puasa , manusia dibina untuk sanggup mengatur dirinya sendiri sesuai dengan pandangan Allah dalm soal konsumsi hidup, karier, dan lain-lain. Dalam hubungannya dengan puasa sunnah seorang akan mendekatkan diri pada Allah SWT untuk mencapai maqom mulia. Cara seorang tersebut dinamakan sebagai tarikat . Jadi disini terlihat jelas bahwa pengaruh puasa sunnah terhadap pembentukan karakter sangat dominan pada pengikut tarikat .

















DAFTAR PUSTAKA


Modul agama Islam Universal , Universitas Negeri Jakarta

Emha Ainun Nadjib , 2012  . Tuhan pun Berpuasa . Jakarta .  PT . Kompas Media Nusantara






















[1] Hamka Abdul Aziz, Pendidikan Karakter Berpusat pada Hati, Al-Mawardi, Jakarta, 2011, hlm. 197
[2]www.slideshare.net/gusipung/pendidikan-karakter (diunduh pada tanggal 29 November 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar